FUNGSI MENURUT Geofrey Broadbent SEBAGAI DASAR DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR


Multifungsionalitas Arsitektur
Dalam kegiatan perancangan kita tidak pernah lepas dari istilah “fungsi”, sayangnya istilah fungsi seringkali sangat dibatasi pada pengertian fungsi sebagai wadah aktivitas manusia baik didalam maupun diluar bangunan. Pengertian yang sempit ini mengakibatkan pengkaburan makna “arsitektur” dan “bangunan”. Dari kamus Webster dapat dilihat bahwa fungsi dapat memiliki pengertian aktivitas, peran, peruntukan, tugas dan tanggung jawab. Menyadari hal ini, maka sangat dimungkinkan kita akan berhadapan dengan sebuah obyek yang melaksanakan satu atau beberapa atau bahkan seluruh fungsi. Keadaan dimana arsitektur memiliki kemampuan untuk menjalankan serta melaksanakan berbagai fungsi dikatakan sebagai Multifungsionalitas Arsitektur (Josep Prijotomo, 1998). Seiring dengan perkembangan pemikiran multifungsi ini, beberapa orang, baik yang berkecimpung dalam bidang arsitektur maupun orang yang berada diluar arsitektur mencoba untuk melontarkan beberapa fungsi yang dapat dilaksanakan oleh arsitektur. Tokoh-tokoh tersebut adalah:
Geofrey Broadbent
Broadbent menelorkan enam fungsi yang dapat dilaksanakan oleh arsitektur untuk menjawab pertanyaan : apa yang dituntut oleh bangunan ? Keenam fungsi tersebut adalah : Environmental Filter (=modifier of the physical climate). Bangunan bisa mengontrol iklim. Bangunan berperan sebagai saringan atau filetr antara lingkungan luar dengan kegiatan yang akan kita lakukan. Bangunan dapat membantu kita untuk membuat kondisi-kondisi agar kegiatan-kegiatan dapat dilaksanakan dengan menyenangkan dan dalam kenyamanan. Kita bisa menentukan ruang-ruang mana yang harus dekat satu sama lain dan yang mana yang bisa dijauhkan.

Container of Activities. Bangunan sebagai wadah kegiatan-kegiatan yang menempatkannya pada tempat yang khusus dan tertentu. Capital Investment (=changer of land value). Dalam pengertian ini bangunan dapat memberikan nilai lebih pada tapak. Keduanya dapat menjadi sumber investasi yang baik. Symbolic Function (=culutral implication). Dalam pengertian ini bangunan dapat memberikan nilai-nilai simbolik terutama pada kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan atau yang berimplifikasi budaya. Behavior Modifier. Pada fungsi behavior modifier, bangunan dapat mengubah perilaku dan kebiasaan, sesuai dengan suasana ruang. Aesthetic Function (=pursuit of delight). Pada pengertian ini bangunan-bangunan akan menyenangkan bila bangunan tampak bagus/cantik, sesuai dengan imajinasi yang fashionable saat ini, sesuai dengan asas-asas tertentu dari order visual dan lain-lain. Jadi Broadbent memahami fungsi sebagai apa saja yang dipancarkan dan diinformasikan oleh arsitektur melalui panca indera kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s